Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Kenisbian Perfilman

Gambar
       Dalam buku Pokok-pokok Antropologi Budaya (T.O.Ihromi, 2013: 13) mengatakan bahwa kalau seorang awam (artinya bukan ahli antropologi) dihadapkan dengan kebudayaan berlainan sekali dari kebudayaannya, dia akan cenderung untuk menilai kebudayaan itu menurut "kaca mata" budayanya sendiri. Jika diinterpretasikan kutipan tersebut adalah kutipan yang menjelaskan bahwa orang yang bukan ahli antropologi adalah orang yang tidak mengerti perbedaan antara kebudayaan yang dianut oleh dirinya sendiri dan dianut oleh orang lain, dan menganggap budaya orang lain adalah budaya yang aneh. Prilaku tersebut adalah yang selama ini disebut dengan "kenisbian", lalu apa hubungannya dengan perfilman?      Pada saat ini film-film dari luar negri maupun dari dalam negri sudah tidak bisa terhitung oleh jari kita, karena jumlahnya sudah tidak sedikit. Maka dari itu, dengan adanya perkembangan film, tentunya ada dampak kepada masyarakat yang setidaknya menyukai beberapa genre fi

Film Sebagai Realitas Bentukan Sutradara dan Representasi Kehidupan Sosial

Gambar
     Haaiiii... Sudah lama saya tidak menulis di blog ini tentang perfilman, sudah hampir mau satu  tahun tampaknya.  Dan pada akhirnya saya bersyukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan saya kesehatan sehingga saya bisa menulis kembali disini. Pada kali ini, saya akan membahas permasalahan mengenai perfilman yang memang saat ini menjadi hal yang pada umumnya digandrungi oleh banyak orang. Permasalahannya adalah apakah benar jika seseorang berpendapat apakah film harus masuk akal? Dan apakah benar juga film harus tidak masuk akal?Jika ingin tahu jawabannya, silahkan teruskan bacanya.      Ya dari judul diatas sudah di nyatakan bahwa "film sebagai realitas bentukan sutradara dan representasi kehidupan sosial", dari judul tersebut mari kita jelaskan dari satu persatu kalimatnya, realitas bentukan sutradara merupakan kebenaran yang dibuat-buat oleh sutradara atau pembuat film sehingga adegan dalam film tersebut terlihat seperti benar-benar terjadi, padahal adegan te